BERITA MUFAKIRIN
Sistem reputasi dan point telah di laksanakan dalam portal.Ini adalah untuk menunjukkan reputasi dan point seseorang forumer.Lebih byk thread lebih byk point akan forumer dapat,untuk mendapatkan reputasi pula,forumer lain yang akan menyumbangkan points kepada forumers lain berdasarkan post atau topic mereka samaada menarik atau tidak.Point dan reputasi tersebut boleh dilihat dibawah avatar exm:Number of posts: 1835Age: 20Location: ipohJob/hobbies: government officer/shopping..hang out wit frenz..surf net..Points: 212Reputation: 0Registration date: 2008-09-23
Who is Online ?
In total there are 2 users online :: 0 Registered, 0 Hidden and 2 Guests None
Most users ever online was 20 on Fri Sep 11, 2009 4:48 am
Top posters
| F.M | |||||
| misz_piejah | |||||
| 8TeeN | |||||
| kipaslipas | |||||
| armyrole | |||||
| f e r 0 z | |||||
| Nadz | |||||
| zombie82 | |||||
| psycedelicenabil | |||||
| izualevil |
Utk Renungan Kita Bersama
Page 1 of 1 • Share •
Utk Renungan Kita Bersama
| Utk Renungan Kita Bersama |
| Terlalu tinggi kemuliaan dan darjat Rasullullah SAW... Mungkin kita terlupa dgn artikel ini. Detik-detik Rasulullah SAW Menghadapi Sakaratul Maut. Ada sebuah kisah tentang cinta yang sebenar-benar cinta yang dicontohkan Allah melalui kehidupan Rasul-Nya. Pagi itu, walaupun langit telah mulai menguning, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap. Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbatas memberikan khutbah, "Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Ku wariskan dua perkara pada kalian, Al-Qur'an dan sunnahku. Barang siapa mencintai sunnahku, bererti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan masuk syurga bersama-sama aku." Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang tenang dan penuh minat menatap sahabatnya satu persatu. Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar adanya naik turun menahan nafas dan tangisnya. Usman menghela nafas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba. "Rasulullah akan meninggalkan kita semua," keluh hati semua sahabat kala itu. Manusia tercinta itu, hampir selesai menunaikan tugasnya di dunia. Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan cergas menangkap Rasulullah yang berkeadaan lemah dan goyah ketika turun dari mimbar. Di saat itu, kalau mampu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu. Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah Rasulullah masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya. Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?" "Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,"Tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang. "Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut," kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya. Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut roh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. "Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?" Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. "Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti rohmu. Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. "Engkau tidak senang mendengar khabar ini?" Tanya Jibril lagi. "Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" "Jangan khuatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: 'Ku haramkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya," kata Jibril. Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan roh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini." Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. "Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. "Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik, kerana sakit yang tidak tertahankan lagi. "Ya Allah, dahsyatnya maut ini, timpakan saja semua seksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku. "Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya "Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku", peliharalah solat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu." Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan."Ummatii, ummatii, ummatii?" - "Umatku, umatku, umatku" Dan berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi. Betapa cintanya Rasulullah Kepada kita. Tanamlah rasa cinta kepada agama dan sesama muslim lain agar timbul kesedaran untuk mencintai Allah dan RasulNya, seperti Allah dan Rasulnya mencintai kita. Kerana sesungguhnya selain daripada itu hanyalah fana belaka. Amin.... |
_________________
___________________________________________________
"tapi aku mahasiswa miskin syeikh, tak punya biaya."
"baginda nabi dulu menikah dalam keadaan miskin. Saidina Ali Bin Abi Thalib juga menikah dalam keadaan miskin. Aku sendiri menikah dalam keadaan miskin." kata2 Syeikh Utsmah meresap n mendesir hebat dalam jiwaku. - novel ayat-ayat cinta ms236

Nadz- MUFAKIRIN V.V.I.P

- Number of posts: 1196
Age: 23
Location: Cyberplex
Registration date: 2008-10-08
Re: Utk Renungan Kita Bersama
terima kasih...

felixin- ACHIK MUFAKIRIN

- Number of posts: 27
Age: 22
Registration date: 2008-09-14
Re: Utk Renungan Kita Bersama
Langkah ku makin panjang
Menuju arah itu
Aku pasti di sana kau menunggu
Biarpun lelah jiwaku
Ternampak oleh mu
Aku pasti kau lebih tahu
Ku merenung dan merindu
Jelas untukmu
kasih hanya untukmu...
*lumrah manusia sering terlupa hakikat serta cinta yg sebenar-benarnya suci ini...
Menuju arah itu
Aku pasti di sana kau menunggu
Biarpun lelah jiwaku
Ternampak oleh mu
Aku pasti kau lebih tahu
Ku merenung dan merindu
Jelas untukmu
kasih hanya untukmu...
*lumrah manusia sering terlupa hakikat serta cinta yg sebenar-benarnya suci ini...

KITA- ALANG MUFAKIRIN

-

Number of posts: 387
Age: 20
Location: Ipoh, Perak + Sg. Buloh, Selangor
Job/hobbies: student / online, tido
Registration date: 2008-09-17

Permissions of this forum:
You cannot reply to topics in this forum
Home
Portal
Gallery
FAQ
Register
Log in





